Kamis, 22 Desember 2011

Bupati Luwu Utara (Lutra) Arifin Junaidi

Bupati Luwu Utara (Lutra) Arifin Junaidi didesak menonaktifkan pejabat yang diduga terlibat kasus korupsi. Desakan itu disampaikan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Lutra, kemarin.

“Saya mendesak Bupati Lutra segera menonaktifkan pejabat yang telah dinyatakan tersangka Kejari Masamba,” ungkap Direktur Eksekutif LSM Makaritutu Muhammad Armin Mustakim kepada media di Masamba, kemarin. Menurutnya, penonaktifan pejabat tersebut dalam rangka memperlancar pemeriksaan. Selain itu, pejabat yang telah dinyatakan tersangkut dengan hukum dipastikan tidak maksimal menjalankan tugas.

“Saya berani katakan bahwa pejabat yang tersangkut hukum tidak maksimal lagi menjalankan tugas,”paparnya. Selain LSM Makaritutu,desakan senada juga disampaikan Lembaga Pemantau Negara Republik Indonesia (LPNRI) dan Sipakainge Anak Bangsa (SAB) Sulsel. Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Lutra Hakim Bukara mengaku, desakan sejumlah LSM hal wajar untuk memperlancar proses hukum.

Hanya, pejabat yang baru tersangka masih dapat bertugas sehingga belum tepat di-nonaktifkan, kecuali sudah menjalani tahanan di kepolisian atau kejaksaan.“Pejabat yang telah menjalani tahanan dipastikan tidak menjalankan tugas sehingga pimpinan dapat mempertimbangkan untuk dinonaktifkan,” papar mantan Camat Bonebone itu.

Sekadar diketahui,pejabat yang telah dinyatakan tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Masamba, di antaranya Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lutra Iskandar, Kasubag Perencanaan RSUD Andi Jemma La Peli,Camat Baebunta Bambang Andi Ancang, dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga A Sarimin.

Seiring jatuhnya sanksi Komisi Disiplin

Seiring jatuhnya sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Sriwijaya FC (SFC), jajaran pemain dan pelatih klub tersebut meminta seluruh praktisi sepak bola Indonesia untuk berhenti berkonflik dan memikirkan kepentingan nasional.

SFC menjadi satu dari 10 tim lainnya yang terjerat sanksi degradasi ke Divisi Utama 2012/2013 dan denda Rp500 juta plus larangan melakukan Transfer Matching System (TMS).Sanksi ini menjadi buah dari benih perpecahan yang ada di persepakbolaan Indonesia. Para pemain dan pelatih SFC bingung kenapa tim mereka dijerat sanksi tersebut.

Padahal,manajemen klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu sudah berniat baik untuk mengikuti kompetisi yang direstui PSSI,yakni Indonesian Premier League (IPL) yang berada di bawah naungan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Malah,untuk menunjukkan keseriusannya,PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM),pengelola SFC,telah mempersiapkan tim untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Tapi,hingga saat ini PSSI tidak juga memberikan lampu hijau dan malah menjatuhkan sanksi. Gelandang SFC yang juga pentolan timnas Indonesia Firman Utina merasa prihatin dengan kondisi ini.Menurut dia, ada baiknya petinggi PSSI dan klub duduk satu meja dan membicarakannya dengan baik-baik jalan keluar dari konflik ini.

“Masalahnya, ini bukan lagi menyangkut diri pribadi,tapi sudah menyangkut masyarakat dan pemain-pemain yang jumlahnya jutaan orang,belum lagi generasi-generasi berikutnya,”ungkap playmaker yang membawa tim Merah Putih ini melaju ke final Piala AFF 2010 ini kepada HATTRICK.

Firman mempertanyakan apa tujuan dari sanksi degradasi yang diberikan Komdis PSSI kepada SFC dan klub-klub lainnya yang memilih bermain di Indonesian Super League (ISL).Begitu pula dengan pelarangan bagi pemain yang berkompetisi di ISL untuk memperkuat timnas Indonesia.

“Mungkin dari FIFA juga tidak semudah itu mengeluarkan statement bahwa para pemain yang di luar IPL tidak boleh membela timnas.Untuk itu kami akan coba berusaha mencari opsi-opsi lain,”ucapnya. Firman mempertanyakan bagaimana nasib para generasi penerusnya nanti bila melihat keadaan sepak bola seperti sekarang ini.

Pemain bernomor punggung 15 ini khawatir talenta-talenta muda Indonesia tidak akan simpati lagi dan enggan bermain sepak bola.Dia berharap seruannya ini bisa dimengerti oleh para petinggi yang ada di PSSI. “Sebelumnya,beberapa waktu lalu kami sudah ke sana (PSSI).Saya dan Ponaryo sebagai Presiden dari APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) telah berusaha memperjuangkan nasib para pemain,”ungkapnya.

Seandainya tetap kacau,Firman dan pemain senior lainnya akan berusaha memberikan gambaran kepada para pemain seperti inilah sepak bola kita kalau mempunyai dualisme liga.Para pemain yang tidak tahu apa-apa menjadi korban dari kekisruhan selama ini.

“Saya dan kawan-kawan merasa SFC ini merupakan bagian dari PSSI karena kami sudah diakui FIFA.Apalagi AFC Champions League tahun lalu kami juga menjadi salah satu peserta,begitu juga halnya dengan Persipura.Saya rasa PSSI lebih mengetahui itu bahwa SFC sudah memiliki nama besar di dunia,”tandasnya.

Senada dengan Firman,Pelatih SFC Kas Hartadi juga menyayangkan kondisi ini. “Seharusnya segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan kepala dingin.Apalagi ini demi kepentingan perkembangan sepak bola nasional,”tutur nakhoda asal Solo ini. Menurut Kas,di ISL terdiri atas tim-tim kuat yang dihuni pemainpemain berkualitas. “Kalau mereka sampai tidak boleh memperkuat timnas,saya tentu sangat menyayangkan keputusan itu,” ujarnya.

Namun,sebagai pelatih,apa pun keputusan yang diberikan PSSI terhadap SFC.Kas tetap akan mendukung upaya dan usaha yang telah dilakukan oleh manajemen selama ini, termasuk saat memutuskan mengikuti dua kompetisi sekaligus. Wajar jika Kas memiliki pemikiran seperti itu.Karena dalam konflik ini pemain dan pelatih yang berada di dalam klub menjadi korbannya.

Apalagi PSSI memberikan sanksi kepada sebagian besar klub peserta ISL dan pemainnya, kecuali tiga klub asal Papua Persipura, Persiwa dan Persiram. Selain itu, mantan punggawa timnas Indonesia ini juga mengetahui secara pasti jika keputusan manajemen SFC untuk tetap mengikuti kompetisi di ISL dan juga di IPL pastilah telah berdasarkan banyak pertimbangan.

Keputusan itu juga berdasrkan aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat Sumsel.“Ya pastinya begitu, tidak mungkin manajemen berani mengambil keputusan seperti itu tanpa ada pertimbangan yang matang,”sebutnya.

Copyright © 2012 Bajul All rights reserved Sepeda Motor Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda Promo Member Alfamart Minimarket Lokal Terbaik Indonesia