Sekitar 1.244 warga di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh yakni Kluet Utara dan Kluet Selatan terpaksa meninggalkan rumahnya akibat banjir yang terjadi di daerah itu.
Kasi Kedaruratan pada Badan Penanggulanan Bencana Aceh (BPBA) Ibnu Sa’dan di Banda Aceh, Selasa (5/10/2010) mengatakan dari enam kecamatan yang terkena banjir dua di antara warganya terpaksa mengungsi dari rumahnya.
Seribuan pengungsi di dua kecamatan itu berasal dari gampong/desa Kede Padang sebanyak 520 jiwa, Pasi Merapat 300 jiwa, Ujong Pasie 292 dan Jua 132 jiwa.
Ketinggian air di dua kecamatan itu berada antara 0,5 -1 meter, sehingga warga di dua kecamatan itu terpaksa mengungsi mengingat intensitas hujan masih tinggi.
Sementara empat kecamatan lainnya, Kluet Tengah, Bakongan, Kluet Timur dan Trumon warga di sana belum mengungsi dan bencana alam itu belum menimbulkan korban jiwa.
Pihaknya bersama dengan tim tagana yang diturunkan ke lokasi banjir terus berjaga-jaga terhadap kemungkinan ketinggiaan air akan naik menyusul intensitas hujan masih berlangsung.
"Sebanyak 15 orang tagana provinsi dan 15 tagana dari kabupaten masih berada di lokasi banjir," katanya.
Ia menambahkan untuk titik pengungsian di Kluet Utara, Dinas Sosial Aceh telah membuka dapur umum yang diperuntukkan bagi korban banjir di kecamatan tersebut.
"Kami telah membuka dapur umum di Kluet Utara, sementara untuk Kluet Selatan hanya mendistribusikan bahan mentah mengingat daerah tersebut sulit dijangkau," katanya.
Ia mengatakan, sejauh ini stok bantuan yang ada di daerah tersebut masih mencukupi hingga dua hari mendatang. Masing-masing bantuan yang ada berupa indomie, telur dan perlengkapan lainnya.
Banjir yang terjadi di Aceh Selatan itu terjadi akibat intensitas yang terjadi sejak Sabtu (2/10).
Selasa, 05 Oktober 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar