Satu lagi moda transportasi massal yang bakal beroperasi di Sulsel.Kali ini pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,mulai melakukan penjajakan pengadaan kereta api.
Untuk tahap pertama, pemerintah yang menggandeng investor China,merencanakan melayani rute dari Kota Makassar,Maros,Pangkep, Barru,Parepare,Sidrap,Luwu, Malili,hingga Soroako.Rute ini berjarak sekitar 700 kilometer (km). Sementaratahapkedua dimulai di Parepare,Pinrang,Polman,Majene, Mamuju Utara, hingga Pasangkayu.
Tahap kedua ini berjarak sekitar 400 km. Khusus tahap ketiga, rencananya lintas provinsi yang dimulai di Mamuju Utara, Sulteng, Gorontalo, hingga Sulawesi Utara, dengan jarak tempuh 1.000 km. Vice General Manager Tangshan Railway Vehicle China Zhen Dawei memaparkan, rencana pengadaan transportasi massal di Sulsel ini diklaim tercanggih dari kereta api yang selama ini sudah beroperasi di Indonesia,khususnya di Jawa.
Kecepatan yang dimiliki dinilai jauh lebih cepat dibandingkan produk lainnya. Jika kereta api yang ada di Jawa umumnya membutuhkan waktu tempuh 12 jam untuk jarak 800 km, kereta api hasil teknologi terbaru China itu waktu tempuhnya hanya tiga jam. Bila mengacu pada kecepatan kereta api, bisa dipastikan jarak tempuh Makassar hingga Soroako hanya membutuhkan waktu tiga jam atau jauh lebih cepat bila naik kendaraan umum lainnya, yang terkadang harus dilewati sekitar 12 jam.
“Kami memilih Makassar karena kota ini satu-satunya kota metropolitan di kawasan timur Ind-onesia. Ini menjadi alasan utama kami berinvestasi di pulau ini,” ujar Zhen Dawei, saat menemui Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin di Balai Kota kemarin. Seperti diberitakan, sehari sebelumnya rombongan pengusaha China ini juga menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rumah jabatan guna membicarakan kemungkinan kerja sama pembangunan jaringan kereta api.
Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memulai proses pembangunan moda transportasi busway, yang rencananya beroperasi awal 2012. Jika kereta api diterapkan di Makassar,hal tersebut semakin bisa mengantisipasi kemacetan yang terjadi belakangan ini sebagai konsekuensi menjadi kota metropolitan. Terkait rencana itu,Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin mengaku sangat menyambut positif.
Alasannya, kehadiran transportasi ini semakin banyak memberikan kemudahan kepada warga serta bisa meningkatkan percepatan roda perekonomian, baik di Makassar maupun daerah lainnya. “Tentunya kami patut menyambut positif rencana ini,mengingat banyaknya kemudahan yang akan didapatkan warga utamanya yang hendak bepergian ke kabupaten dan provinsi lain yang bertetangga dengan Sulsel,”ujar dia.
Disinggung soal dukungan Pemkot, Ketua Biro Komunikasi Publik dan Kebijakan Pemerintah DPP Partai Demokrat ini, menyatakan siap sharingdengan pemerintah pusat, khususnya mengenai pembebasan lahan real atau stasiun. Hanya, hingga saat ini belum ada pembicaraan lebih detail hingga ke soal teknis.“Ini baru ide dasar pemerintah pusat yang akan diimplementasikan ke daerah, termasuk Makassar,”tutur dia.
Meski demikian, hasil pertemuan para investor China dan Pemkot itu mulai membicarakan klausul kerja sama yang ditawarkan, dengan pembagian investasi 80% dari pihak Thangshan serta 20% dari Pemkot dan pemkab yang ada di Sulsel “20% dari pemerintah ini berupa pembebasan lahan, sedangkan sarana rel,lokomotif,gerbong, serta stasiun itu dari pihak investor,” papar Ilham,yang didampingi sejumlah pejabat di lingkup Pemkot. Pihaknya masih akan melakukan pembicaraan lebih lanjut.
Pembangunan sarana transportasi kereta api dinilai sebagai investasi jangka panjang yang membutuhkan waktu tidak sedikit. “Banyak hal yang butuh persiapan matang, baik itu pembangunan infrastruktur,seperti jembatan, stasiun, rel lintasan. Sosialisi kepada warga juga sangat perlu dilakukan agar langkah ini mendapat dukungan semua pihak,” tandas mantan Sekretaris Real Estat Indonesia (REI) Sulsel.
Untuk menindaklanjuti pertemuan itu,para investor berencana mengundang Ilham dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo datang langsung melihat proses pembuatan gerbong kereta api di China dan selanjutnya melakukan penandatanganan MOU sebagai tanda terjalinnya kerja sama pembangunan sarana transpor-tasi massal ini.
Kamis, 30 September 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar