Badan Pusat Stastik (BPS) Sulsel menyatakan sektor pertanian memberikan sumbangan terbesar pada pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 9,21%. “Sumber utama pertumbuhan ekonomi Sulsel di triwulan II/2010 adalah sektor pertanian. Dibandingkan kuartal I/2010 sebesar 2,94% dengan pertumbuhan ekonomi 4,57%. Jika dibandingkan kuartal II/2009 lalu, sumbangan pertanian sebesar 2,45% dengan pertumbuhan ekonomi berdasarkan PDRB 9,21%,”ungkap Kepala BPS Sulsel Bambang Suprijanto di Makassar,kemarin. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional dan regional hingga semester I/2010 semakin membaik.Kondisi tersebut, kata Bambang, dipengaruhi meningkatnya kinerja komponen konsumsi maupun pembentukan modal bruto (PMTB).
“Meningkatnya komponen konsumsi pada triwulan II/2010 ini juga didorong realisasi pengeluaran konsumsi pemerintah yang berimplikasi langsung terhadap peningkatan daya beli masyarakat berpenghasilan tetap,” kata Bambang. Ia menyebutkan, pemberian gaji ke-13 pada Juni lalu merupakan pendorong utama. Selain itu, jelas Bambang, terjadinya kelesuan perekonomian di kawasan Eropa dengan adanya krisis ekonomi Yunani memberikan implikasi yang besar terhadap komponen ekspor pada triwulan ini. Terkait sumbangan sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel, Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulsel Pallawa mengatakan, tingginya peningkatan sektor pertanian tersebut dipengaruhi oleh panen raya yang banyak dilakukan pada triwulan II/2010.
”Beberapa daerah yang panen raya adalah daerah Bone, Soppeng, Wajo dan Sinjai, sehingga menjadi pendorong pertumbuhan sektor pertanian di Sulsel,” kata Pallawa,kemarin. Meski saat ini terjadi banyak bencana di beberapa daerah di Sulsel. Namun, Pallawa optimistis, hal tersebut tak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan sektor ekonomi pertanian. ”Memang ada beberapa daerah yang mengalami banjir dan merendam lahan pertanian. Namun, itu hanya sebagian kecil. Di Sulsel lahan pertanian paling banyak masih sawah tadah hujan, sehingga akan menguntungkan secara makro petani di Sulsel,” kata Pallawa.
Ekonomi Nasional Tumbuh 5,9%
Sementara itu,secara nasional BPS mengumumkan, pertumbuhan ekonomi pada semester I/2010 mencapai 5,9%. BPS juga mencatat, pertumbuhan terjadi pada semua sektor ekonomi. “Ini kabar menggembirakan karena tumbuh bagus dan badan dunia juga sudah melakukan revisi,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo di Jakarta kemarin.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2010 tercatat mencapai 6,2%. Angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2009-2010. Slamet mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada semester I/2010 didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,5%. Lalu pembentukan modal tetap bruto tumbuh 7,9%. Ekspor dan impor tumbuh masing-masing 17,2% dan 20,1%.Sedangkan konsumsi pemerintah tercatat turun sebesar 8,9%. Secara spasial struktur perekonomian Indonesia pada kuartal II/2010 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Jawa yang memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 57,5%, diikuti oleh Sumatera sebesar 23,7%, Kalimantan 9,6%, Sulawesi 4,6%, dan pulaupulau lainnya sebesar 4,6%.
Sementara itu, kinerja ekonomi yang digambarkan oleh perkembangan PDB atas dasar harga konstan pada kuartal II/2010 tercatat meningkat sebesar 2,8% bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan sebesar 2,8% itu ditopang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga yang meningkat 1,2%, sementara pengeluaran konsumsi meningkat 23,5%, pembentukan modal tetap bruto 2,3%, ekspor barang dan jasa 2,7%,serta impor barang dan jasa 5,1%.
Kamis, 05 Agustus 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar