Tubuh nahas Dewi Winarsih,35,warga Jalan Lengkong Tengah Gang I No 125, RT 06/05 Kelurahan Cikawao, Kecamatan Lengkong,Kota Bandung ditemukan tidak bernyawa dalam bungkusan karung, kemarin.
Tubuh Dewi yang dimutilasi menjadi dua bagian tersebut diperkirakan telah empat hari lebih tewas sebab sebelumnya sejumlah warga telah mencium bau tak sedap saat melintas di rumah korban mutilasi tersebut. Warga gempar saat mengetahui terjadinya mutilasi ibu dua anak itu. Mereka penasaran dan mengerumuni rumah korban.
Tetangga terdekat korban,Yusuf Ahmad, 30, mengaku selama empat hari terakhir dia kerap mencium bau busuk yang menyengat.”Kalau melintas ada bau busuk.Saya menduga bau bangkai tikus,”ujar Yusuf kepada Seputar Indonesia di lokasi kejadian,kemarin. Bau yang cukup menyengat itu, lanjut Yusuf, semakin terasa sore kemarin sore.Akhirnya warga pun melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Apalagi saat itu datang ibunya korban, Ny Tini, 50, yang akan menemui anaknya. Sejumlah polisi mendatangi rumah yang lebih dari sepekan sepi tanpa penghuni tersebut. ”Sudah sebelas hari kosong. Lampu rumah dibiarkan tidak menyala,” ujarYusuf. Bersama sejumlah petugas,Yusuf sempat masuk ke dalam rumah korban dengan cara mendobrak pintu untuk mencari keberadaan sumber bau busuk tersebut.
Saat mereka masuk, rumah dalam keadaan berantakan, dan di dekat kamar ada sisa darah serta dekat tangga mengalir air yang bau.Setelah melakukan pencarian akhirnya polisi menemukan dua karung goni warna kuning berisi potongan tubuh yang disembunyikan di plafon rumah di atas kamar tidur Dewi. Satu karung berisi bagian tubuh dari perut hingga kepala, dan satu lagi berisi bagian perut hingga kaki yang dibungkus plastik keresek hitam.
Potongan tubuh berserta karung tersebut disirami cairan aspal dan oli, dengan maksud agar tidak cepak busuk.”Karung disandarkan di atas atap. Dari karung ada cairan aspal dan oli. Di sekitar karung ada empat obat nyamuk yang habis dinyalakan,”ujarnya. Para tetangga korban sendiri mengaku tidak merasa janggal atas kosongnya rumah tersebut.Pasalnya, suami korban pun tidak pernah terlihat selama sepekan terakhir ini. ”Kalau anaknya biasa main di sini.
Tapi sekarang-sekarang ini tinggal di rumah neneknya,” ujar Ega,tetangga korban lainnya. Keluarga korban sontak histeris dengan kasus mutilasi tersebut. Tini yang tinggal di Jalan Banceuy, Kelurahan Braga,Kecamatan Sumur Bandung,Kota Bandung tersebut langsung menangis histeris saat mengetahui putrinya tewas mengenaskan. Dia tidak percaya anaknya menjadi korban mutilasi. Petugas kepolisian sendiri langsungmelakukanolahtempatkejadian perkara (TKP).
Setelah melakukan identifikasi, dua potongan tubuh tersebut selanjutnya dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sekitar pukul 18.00 WIB, untuk diautopsi.Titin sendiri bersama kedua cucunya,meninggalkan lokasi kejadian begitu tubuh anaknya tersebut dibawa petugas. Menurut Tini,anaknya itu telah menghilang sejak 4 Agustus lalu atau 10 sebelum ditemukan tewas.
Begitu diketahui menghilang, dia bersama suami korban, Sopi Hamzah, 39, berupaya mencari keberadaan korban. Dan kemarin, sepulangnya dari Garut, dirinya langsung tergerak untuk mendatangi rumah anaknya tersebut.Rencananya setelah diautopsi nanti,jenazah ibu muda tersebut akan dimakamkan di kota kelahirannya di Kadunggora, Garut.
Kapolsekta Lengkong AKP Philemon Ginting mengatakan,pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut, salah satunya dengan meminta keterangan orang-orang terdekat korban, terutama suaminya, Sopi. Suami korban sendiri, kata Philemon, sempat melaporkan istrinya itu hilang ke Mapolsekta Lengkong. Namun sejak saat itu, Sopi tidak diketahui keberadaannya.
”Sopi melapor istrinya hilang Jumat (13/8) lalu.Sekarang sedang kami cari keberadaannya,” ujar Philemon di lokasi kejadian. Kendati belum menemukan bukti-bukti pendukung, dugaan siapa pelaku pembunuhan disertai mutilasi tersebut mengarah pada Sopi. ”Pelaku diduga suaminya dan saat ini kami sedang memburu pelaku dan diprediksi berada di Sukabumi, tapi kami belum bisa memastikan motifnya,”pungkasnya.
Minggu, 15 Agustus 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar