Kelompok ini bukan grup nasyid. Bukan juga musisi solois yang berkarier pada ranah religi.Tapi mereka adalah musisi profesional dengan tekad membawakan syiar Islam lewat bait-bait lirik lagu dan puisi melalui proyek kelompok iHAQi Nasyid Project.
Di bawah naungan lembaga bimbingan dakwah iHAQi, sejumlah musisi terlibat pada penggarapan kelompok ini. Seperti Ruli Handiman (komunitas Harry Roesly), Aria dari grup band Baron, penyanyi Rida Sita Dewi, Dany Spreet,Zaki,Remy Soetansyah, dan dikomandoi oleh Erick Yusuf yang juga pimpinan iHAQi. Uniknya, mereka bukan membuat grup band nasyid tetapi berkarir bersama berdasarkan keahliannya masing-masing.
Puncaknya, iHAQi Nasyid Project menelorkan album religi di bawah label PT Diplus Indonesia di Café Prefere 72, Jalan Ir Djuanda, Kota Bandung, kemarin. Pada tahap awal, lima lagu dijagokan pada album ini, yakni lagu berjudul Astagfirulloh, Atas Nama, Lebaran, Sholehkanlah, dan Mahligai.Kelima lagu tersebut dibuat dengan konsep nasyid akustik bernafaskan religi, mengingatkan manusia akan Allah SWT.
“Ini hanyalah salah satu dari sekian metode dakwah yang kami lakukan. Setelah sebelumnya iHAQi fokus pada pengembangan dakwah melalui berbagai media,” kata pemprakasa iHAQi Nasyid Project, Erick Yusuf kepada wartawan. Nada-nada dakwah tersebut dilantunkan melalui bait-bait lagu, mengajak manusia untuk ingat terhadap Tuhan-Nya. Konsep iHAQi Nasyid Project adalah konsep bermusik yang tergolong baru di Indonesia. Mereka tidak ada ikatan nama sebuah grup.
Tapi melakukan kegiatan musik secara bersama-sama. Bagi Erick, kehadiran iHAQi Nasyid Project adalah alternatif bagi penikmat musik Indonesia di tengah hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sejumlah pelaku entertain di Indonesia. “Kami hadir ikut mewarnai belantika musik Indonesia ditengah berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kalangan tertentu,”jelasnya.
Tapi siapa kira,dakwah melalui nada-nada Islami yang mereka lakukan dimulai dari sebuah ide tak sengaja.Bermula dari ide Aria Baron, yang berlanjut menjadi obrolan santai bersama Remy Soetansyah dan diwadahi oleh iHAQi. Dari obrolan-obrolan tersebut akhirnya sepakat membuat proyek nasyid bersama. “Ini seolah gayung bersambut.
Karena sebelumnya ada masukan, agar iHAQi mencoba jalur dakwah lainnya.Yaitu lewat musik,” beber Erick. Kendati dari permulaan yang simple namun tak membutuhkan proses cukup lama,akhirnya mereka dapat merilis album perdana. Tentu saja,lanjut Erick,berkat kerja keras semua tim yang tergabung dalam iHAQi Nasyid Project.“Mudah- mudahan ini menjadi alternativ format nasyid dimasyarakat agar lebih berwarna,”imbuhnya.
Minggu, 15 Agustus 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar