Turnamen Djarum Indonesia Open Super Series 2010 baru memasuki babak kualifikasi, tapi koor membahana menyuarakan dukungan untuk pemain Indonesia sudah mulai terdengar. Koor itu ikut mewarnai kemenangan Ana Rovita, pebulutangkis putri yang mengidolakan Taufik Hidayat. Dan sundulan untuk blog yang membahas tentang Piala Dunia 2010.
Pertandingan hari Selasa (22/6/2010) sebenarnya baru mengetengahkan partai kualifikasi untuk memperebutkan tiket ke babak utama sedari Rabu (23/6/2010). Namun, animo para pecinta bulutangkis sudah sedemikian gegap gempita ketika para pebulutangkis tuan rumah berlaga.
IN-DO-NE-SI-A, IN-DO-NE-SI-A, IN-DO-NE-SI-A, dan IN-DO-NE-SI-A. Begitulah teriakan khas ala suporter Indonesia yang ada di Istora Senayan Jakarta. Koor inilah yang ikut mewarnai perjuangan Ana, gadis kelahiran 30 Maret, 19 tahun silam.
Dengan rangkingnya yang ada di posisi 246 dunia, Ana harus melewati babak kualifikasi. Di sini dia berhadapan dengan Chen Jiayuan asal Singapura yang menduduki ranking 60 per 17 Juni 2010.
Di tengah riuh-rendah dukungan, Ana tampil lepas dan merebut set pertama dengan 21-17. Sempat tertekan sehingga kalah 13-21 di set kedua, Ana menutup permainan dengan kemenangan 21-15 di set ketiga. "Saya bermain lepas dan tidak ragu-ragu," aku Ana.
Ana adalah salah satu pebulutangkis muda Indonesia yang sedang berusaha merajut asa di Indonesia Open. Lahir dari keluarga pecinta bulutangkis ini, dia memulai kiprahnya di olahraga ini sejak duduk di bangku SD. Dia meneruskan jejak sang kakak yang sudah berhenti dari dunia bulutangkis.
"Mungkin nanti adik saya juga akan menyusul menjadi atlet," ungkap putri pasangan Subandi dan Siti Zaenab yang bernaung di bawah PB Djarum sejak tahun 2004 silam tersebut.
Prestasi Ana sejauh ini juga terbilang oke. Tahun lalu saja dia berhasil menduduki podium tertinggi di Kejuaraan Nasional (Kejurnas), juara ke tiga di Auckland International, jadi perempatfinalis kejuaraan dunia junior, empat kali menjadi runner-up Djarum Sikuit Nasional (sirnas), plus juara Sirnas Jakarta.
Belum ketahuan sampai mana Ana bisa melaju di Indonesia Open, apalagi dia baru sukses melakoni laga pertama saja. Di babak final kualifikasi dia akan menghadapi Hsu Ya Ching asal Hong Kong. Hsu sebelumnya menumbangkan atlet Pelatnas Rizky Amelia Pradipta dengan 14-21, 21-17 dan 21-17.
"Saya tak ingin muluk-muluk, yang penting saya bisa bermain sebaik mungkin di setiap pertandingan yang saya hadapi," lugas Ana yang mengaku mengidolakan pemain putra Taufik Hidayat karena torehan apiknya di dunia bulutangkis.
Selain meraih hasil positif di Indonesia Open, Ana juga masih punya keinginan yang belum tercapai: bergabung dengan Pelatnas. Dua kegagalan di Seleksi Nasional pun tak membuatnya patah arang. "Keinginan untuk memperkuat tim nasional pasti ada di hati setiap atlet," tegasnya.
Selasa, 22 Juni 2010
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar